Faktor Risiko ISPA

Beberapa  wilayah  di  Indonesia  mempunyai  potensi  kebakaran  hutan  dan  telah mengalami  beberapa  kali  kebakaran  hutan  terutama  pada  musim  kemarau.  Asap dari  kebakaran hutan dapat menimbulkan penyakit  ISPA dan memperberat  kondisi seseorang  yang  sudah menderita pneumonia  khususnya Balita. Disamping  itu asap rumah  tangga yang masih menggunakan kayu bakar  juga menjadi salah satu  faktor risiko pneumonia. Hal ini dapat diperburuk apabila ventilasi rumah kurang baik dan dapur menyatu dengan ruang keluarga atau kamar.
Indonesia  juga  merupakan  negara  rawan  bencana  seperti  banjir,  gempa,  gunung meletus,  tsunami,  dll.  Kondisi  bencana  tersebut menyebabkan  kondisi  lingkungan menjadi buruk, sarana dan prasarana umum dan kesehatan terbatas. Penularan kasus ISPA akan lebih cepat apabila terjadi pengumpulan massa (penampungan pengungsi). Pada  situasi  bencana  jumlah  kasus  ISPA  sangat  besar  dan  menduduki  peringkat teratas.
Status gizi seseorang dapat mempengaruhi kerentanan terhadap  infeksi, demikian  juga sebaliknya. Balita merupakan kelompok rentan terhadap berbagai masalah kesehatan sehingga  apabila  kekurangan  gizi maka  akan  sangat mudah  terserang  infeksi  salah satunya pneumonia.

Sumber : Pedoman Pengendalian ISPA

 awal

Promkes Kuat, Masyarakat Sehat!
© 2016 Fadlan Setiaji