Dalam melarutkan vaksin harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Pelarutan vaksin hanya boleh dilakukan ketika sasaran sudah datang untuk imunisasi.
2. Pelarut harus berasal dari produsen yang sama dengan vaksin yang digunakan.
3. Pastikan vaksin dan pelarutnya belum kadaluarsa dan VVM masih dalam kondisi A atau B.
4. Vaksin dan pelarut harus mempunyai suhu yang sama (2 sd 8 ºC) dan tidak pernah beku.
5. Melarutkan vaksin dengan dengan menggunakan ADS 5 ml. Satu ADS 5 ml digunakan untuk melarutkan satu vial vaksin. Jangan menyentuh jarum ADS dengan jari.
6. Memastikan 5 ml cairan pelarut vaksin terhisap dalam ADS kemudian baru melakukan pencampuran dengan vaksin kering campak.
7. Masukan pelarut secara perlahan ke dalam botol vaksin agar tidak terjadi gelembung/busa.
8. Kocok campuran vaksin dengan pelarut secara perlahan sampai tercampur rata, hal ini untuk mencegah terjadinya abses dengin.
9. Vaksin yang sudah dilarutkan hanya boleh digunakan dalam waktu 6 jam. Oleh karena itu hanya boleh melarutkan satu vial vaksin dan baru boleh melarutkan vaksin lagi bila vaksin pada vial sebelumnya sudah habis serta masih ada sasaran. Catat jam pelarutan vaksin pada label vaksin.
10. Memperhatikan prosedur aseptik.
| Sumber | : | Buku Juknis Introduksi Imunisasi MR |