Mitos tentang Kontrasepsi

SALAH: Kontrasepsi mencegah kehamilan secara permanen
Satu-satunya metode tidak mudah dikembalikan ke semula adalah tubektomi dan vasektomi. Klien bisa hamil segera setelah berhenti memakai semua metode (kecuali suntik 3 bulanan, dimana kembalinya kesuburan membutuhkan waktu lebih lama).

SALAH: Beberapa metode bekerja dengan cara menggugurkan
Kontrasepsi tidak mengganggu kehamilan yang ada sehingga tidak menyebabkan keguguran. Pil, suntikan, AKBK dan AKDR mencegah kehamilan dengan mencegah ovulasi dan/atau fertilisasi, dengan cara menebalkan lendir serviks (yang menghalangi sperma), atau dengan mencegah implantasi.

SALAH: Kontrasepsi buruk bagi kesehatan
Untuk hampir semua perempuan, manfaat kontrasepsi lebih besar dari pada risikonya. Selain itu, umumnya risiko kehamilan lebih tinggi dari pada risiko memakai kontrasepsi.
- Beberapa metode bisa menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, dizziness, kelelahan atau menstruasi yang banyak; klien dengan efek samping yang berat bisa ganti metode lain.
- BerKB tidak terbukti menyebabkan kanker, bahkan beberapa metode membantu mencegah kanker.
- Kontrasepsi tidak mempengaruhi daya tahan tubuh atau menyebabkan kesehatan menurun.

SALAH: Jika kontrasepsi gagal, bayi bisa lahir dalam keadaan cacat
Tidak ada metode yang menyebabkan bayi lahir cacat.

SALAH: Kita perlu istirahat dari pemakaian kontrasepsi
Semua metode bisa dipakai selama bertahun-tahun, dan pemakaian tidak perlu dihentikan atau istirahat.

SALAH: Ibu muda sebaiknya tidak ikut berKB
Perempuan muda yang telah mendapat haid bisa memakai metode kontrasepsi dengan aman. Mereka yang sering berganti pasangan sangat dianjurkan untuk memakai kondom, atau kondom dengan metode lain.

SALAH: Wanita lebih tua tidak boleh memakai metode hormonal maupun AKDR
Wanita usia 40-an yang sehat bisa memakai KB dengan aman, KECUALI: ibu usia di atas 35 tahun yang merokok tidak boleh memakai pil kombinasi atau suntikan kombinasi.

SALAH: Kontrasepsi menyebabkan berat badan naik
Tidak ada kontrasepsi yang menyebabkan pembengkakan. Metode hormonal bisa menyebabkan sedikit perubahan berat badan, baik naik atau turun. Suntikan 3 bulanan menyebabkan perubahan yang lebih jelas, dengan penambahan berat badan rata-rata 1-2 kg setiap tahun.

SALAH: Tidak akan hamil atau terinfeksi IMS jika tidak terjadi penetrasi
Meskipun jarang terjadi, kemungkinan hamil tetap ada walau tanpa penetrasi. Klien bisa terkena IMS walau penis tidak menyentuh vagina.

Sumber : Buku Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB

 awal

Promkes Kuat, Masyarakat Sehat!
© 2016 Fadlan Setiaji