1. Ovulasi (biasanya terjadi antara 7-21 hari, tetapi lebih sering terjadi di hari 14) Setiap bulannya, satu telur dilepaskan dari indung telur. Telur tersebut berjalan menuruni tuba talopi menuju rahim.
2. Penebalan dinding rahim (biasanya sekitar 14 hari setelah ovulasi) Dinding rahim (endometrium) menebal selama masa ini untuk menyiapkan datangnya telur yang telah matang. Jika tidak terjadi kehamilan, telur tersebut akan terserap ke dalam tubuh setelah ovulasi.
3. Haid (keluarnya darah selama 2 - 7 hari, lebih sering sekitar 5 hari) Jika tidak terjadi kehamilan, dinding rahim yang menebal tsb kemudian runtuh. Runtuhan tsb kemudian menyebabkan pendarahan bulanan melalui vagina yang disebut haid. Keluarnya darah menyebabkan rasa sakit ketika haid. Lamanya haid berbeda pada setiap wanita. Pada sebagian wanita haid berlangsung singkat (misalnya 2 hari) namun bagi sebagian lainnya bisa berlangsung selama 8 hari. Volume darah haid bisa banyak atau sedikit. Jika telur dibuahi oleh sperma pria, wanita akan hamil dan dia akan berhenti haid.
Butir penting dari siklus haid adalah :
- Siklus haid adalah suatu proses dimana tubuh mempersiapkan kehamilan.
- Remaja biasanya mulai haid antara usia 11 dan 17 tahun. Wanita dewasa berhenti haid saat menopause (usia 45 - 55 tahun).
- Siklus haid biasanya berlangsung selama 28 hari, tetapi bisa berbeda dari satu wanita ke wanita lain dan dari satu bulan ke bulan berikutnya, Siklus bisa berkisar dari 23 – 35 hari,
- Masa subur (masa wanita dapat hamil) dapat berlangsung sampai dengan 6 hari, dimulai dari 5 hari sebelum ovulasi dan berakhir saat ovulasi terjadi.
- Ovulasi biasanya terjadi antara 7-21 hari siklus. Namun bisa juga terjadi SETIAP SAAT setelah haid selesai. Waktu pasti kapan ovulaso terjadi tidak bisa diperkirakan.
- Untuk perlindungan menyeluruh dari kehamilan, pasangan sebaiknya menggunakan kontrasepsi disepanjang siklus haid.
| Sumber | : | Buku Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB |